5 Langkah Menyusun Return on Investment yang Terukur di Tahun 2026
Pernahkah Anda membayangkan mengeluarkan anggaran besar untuk sebuah proyek, tetapi tidak benar-benar tahu kapan modal tersebut akan kembali? Di tengah ketidakpastian ekonomi tahun 2026, menebak-nebak keberhasilan investasi bukan lagi pilihan yang bijak. Setiap rupiah yang dikeluarkan perlu memiliki arah dan tujuan yang jelas agar perusahaan tidak terjebak dalam kerugian yang sia-sia.
“Keberhasilan sebuah bisnis tidak diukur dari seberapa besar modal yang dikeluarkan, melainkan dari seberapa cerdas modal tersebut bekerja untuk menghasilkan nilai tambah yang nyata.”
Mengapa Pengukuran Nilai Balik Modal Menjadi Krusial?
Saat ini, arus kas yang sehat merupakan napas bagi keberlangsungan organisasi. Namun, tidak sedikit manajer yang kesulitan menjelaskan hasil nyata dari sebuah inisiatif kepada pemangku kepentingan. Tanpa data yang terukur, program yang sebenarnya potensial bisa dianggap gagal karena tidak memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, memahami cara menghitung return on investment (ROI) secara akurat menjadi keahlian penting dalam pengambilan keputusan bisnis.

Langkah-Langkah Menyusun Return on Investment yang Terukur
Untuk membantu Anda memperoleh gambaran yang lebih jelas, berikut lima langkah utama dalam menyusun return on investment (ROI) yang relevan dan aplikatif :
-
Menetapkan Sasaran Finansial yang Spesifik:Langkah awal adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai secara kuantitatif. Apakah targetnya peningkatan omzet, penghematan biaya operasional, atau efisiensi waktu kerja? Tanpa sasaran yang jelas, hasil perhitungan ROI akan cenderung bias. Pastikan data awal sudah tersedia sebagai pembanding sebelum proyek dijalankan. Penetapan target yang terukur ini juga menjadi bagian penting dalam analisis kelayakan investasi sebelum perusahaan mengalokasikan anggaran lebih lanjut.
-
Mengidentifikasi Semua Biaya Secara Detail: Perhitungan ROI tidak boleh berhenti pada biaya yang terlihat di permukaan. Biaya tersembunyi sering kali menjadi faktor yang memengaruhi hasil akhir. Beberapa komponen yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Biaya implementasi, seperti pembelian sistem atau perangkat baru.
-
Biaya sumber daya manusia, termasuk waktu dan tenaga yang digunakan tim.
-
Biaya operasional, yaitu pengeluaran rutin selama proyek berjalan.
-
Biaya risiko, sebagai cadangan untuk menghadapi kendala yang tidak terduga.
-
-
Menentukan Metrik Keuntungan Non-Tunai: Tidak semua manfaat dapat langsung diukur dalam bentuk uang. Beberapa proyek memberikan nilai tambah berupa peningkatan reputasi merek, kepuasan pelanggan, atau kualitas layanan. Meskipun bersifat kualitatif, manfaat ini dapat dikonversi menjadi data melalui survei, indeks kepuasan, atau indikator loyalitas pelanggan.
-
Menghitung Selisih Nilai dengan Rumus yang Tepat: Setelah seluruh data terkumpul, langkah berikutnya adalah menghitung selisih antara total manfaat dan total biaya. Hasil selisih tersebut kemudian dibagi dengan total biaya investasi untuk memperoleh persentase ROI. Angka inilah yang menjadi dasar evaluasi apakah sebuah proyek layak dilanjutkan, disesuaikan, atau dihentikan.
-
Melakukan Evaluasi dan Penyesuaian Berkala: Tahun 2026 menuntut fleksibilitas yang tinggi dalam pengelolaan bisnis. Jangan menunggu proyek selesai untuk menilai hasilnya. Lakukan evaluasi setiap tiga atau enam bulan agar potensi penyimpangan dapat segera dikoreksi. Dengan demikian, perusahaan memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian sebelum kerugian semakin besar.
Membangun Budaya Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Agar ROI benar-benar memberikan dampak, seluruh departemen perlu memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya data. Keputusan yang didasarkan pada fakta akan jauh lebih stabil dibandingkan keputusan yang hanya mengandalkan intuisi. Transparansi dalam pelaporan juga membantu membangun kepercayaan antara manajemen, tim internal, dan pemilik modal.
Banyak profesional kini menyediakan panduan komprehensif untuk meningkatkan ketajaman analisis finansial serta nilai tambah dalam manajemen proyek yang efisien. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pemahaman analisis kelayakan bisnis, tata kelola anggaran perusahaan, dan manajemen risiko finansial yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, silakan menghubungi Farzana Training melalui Isti di nomor (+62 821-3611-8787).