Rahasia Perawatan Genset Supaya Tetap Awet Bertahun-tahun
“Pernahkah membayangkan sedang asyik bekerja atau mengadakan acara penting, tiba-tiba listrik padam dan genset yang diharapkan jadi penyelamat justru mogok saat dinyalakan?“
Fenomena ini sering terjadi bukan karena mesinnya yang buruk, melainkan karena ada bagian kecil dalam sistem pemeliharaan yang terlewatkan. Memiliki genset bukan sekedar soal membeli dan meletakkannya di sudut ruangan, tapi tentang bagaimana menjaga nyawa mesin tersebut agar selalu siap tempur kapan pun dibutuhkan.
Mesin yang dirawat dengan hati akan bekerja dengan logika yang pasti; ia tidak akan mengecewakan saat beban terasa paling berat. Ada beberapa rahasia teknis perawatan teknologi genset yang perlu kamu terapkan secara konsisten agar tetap tahan lama.
1. Memulai dari Kebiasaan Memanaskan Mesin
Langkah paling sederhana namun sering disepelekan adalah memanaskan mesin secara rutin. Sama seperti tubuh manusia yang butuh pemanasan sebelum olahraga, komponen di dalam genset memerlukan sirkulasi oli agar melumasi seluruh bagian mesin dengan merata. Lakukan pemanasan setidaknya seminggu sekali selama 10 hingga 15 menit. Hal ini bertujuan agar aki tetap terisi daya dan mencegah pengendapan bahan bakar yang bisa menyumbat saluran pembakaran.
2. Menjaga Kebersihan Sistem Bahan Bakar
Banyak masalah mesin bersumber dari tangki bahan bakar yang kotor. Pastikan tangki tidak dibiarkan kosong dalam waktu lama karena ruang kosong tersebut bisa memicu kondensasi atau munculnya titik air. Air yang bercampur dengan bahan bakar adalah musuh utama yang bisa menyebabkan korosi dan kerusakan pada sistem injeksi. Selain itu, perhatikan juga kebersihan filter bahan bakar. Jika sudah terlihat keruh atau penuh kotoran, segera ganti dengan yang baru tanpa menunda.
3. Perhatikan Kondisi Oli dan Filter Udara
Oli adalah darah bagi mesin genset. Selain berfungsi sebagai pelumas, oli juga membantu mendinginkan suhu mesin saat bekerja ekstra keras. Cek stik pemantau oli secara berkala untuk memastikan volumenya cukup dan warnanya masih jernih. Jika warna oli sudah berubah menjadi hitam pekat dan terasa encer, itu tandanya daya lumasnya sudah hilang. Jangan lupa untuk membersihkan filter udara karena debu yang masuk ke ruang bakar bisa membuat mesin cepat panas dan boros bahan bakar.

4. Perawatan Aki yang Sering Terlupakan
Genset tidak akan bisa menyala tanpa bantuan aki yang sehat. Seringkali orang kaget saat listrik mati dan mesin tidak mau hidup hanya karena terminal aki berkerak atau air aki habis. Bersihkan kerak putih yang menempel pada kepala aki menggunakan air hangat dan pastikan kabel terpasang dengan kencang. Jika menggunakan jenis aki basah, rutinlah menambah cairan hingga batas yang ditentukan agar sel di dalamnya tidak rusak.
5. Mengatur Beban Listrik dengan Bijak
Memaksa genset bekerja melampaui kapasitas maksimalnya adalah cara tercepat untuk merusak gulungan dinamo. Sebaiknya, gunakan beban listrik sekitar 70 hingga 80% dari total kapasitas yang dimiliki. Menggunakan mesin pada batas maksimal secara terus menerus akan membuat komponen internal cepat aus dan umur mesin menjadi jauh lebih pendek.
Genset juga butuh sirkulasi udara yang baik agar tidak mengalami panas berlebih. Tempatkan mesin di area yang memiliki ventilasi luas dan terlindung dari air hujan maupun terik matahari langsung. Lingkungan yang lembap bisa memicu hubungan arus pendek pada bagian panel listrik dan mempercepat proses perkaratan pada bodi mesin. Pastikan juga area di sekitar mesin bersih dari tumpukan barang yang mudah terbakar demi keamanan bersama.
Banyak pemilik aset dan teknisi lapangan yang kini mulai mencari panduan mendalam untuk meningkatkan keahlian dalam mengelola mesin industri serta memahami sistem kelistrikan secara lebih mendetail. Bagi Anda yang ingin memperdalam wawasan mengenai pemeliharaan mesin, manajemen operasional alat berat, hingga standar keamanan teknis yang berlaku di dunia kerja saat ini, silakan hubungi Farzana Training, melalui Isti di nomor (+62 821-3611-8787)