Aset Perusahaan Bocor? Cek Cara Kelola Aktiva Tetap Ini!
Pernahkah Anda terbayang sebuah perusahaan kehilangan alat berat atau perangkat kerja bernilai ratusan juta rupiah hanya karena lupa mencatat keberadaannya? Fenomena “aset hantu” atau barang yang ada di laporan tapi fisiknya hilang sering kali menjadi mimpi buruk bagi manajemen keuangan.
“Aset yang tidak terurus bukan sekadar angka yang menyusut, melainkan kebocoran halus yang pelan-pelan menguras fondasi bisnis.”
Masalah kebocoran aset sering kali bermula dari sistem pencatatan yang berantakan. Banyak yang menganggap aktiva tetap hanyalah benda mati yang disimpan, padahal setiap barang memiliki siklus hidup yang harus dipantau ketat agar tidak menjadi beban kerugian bagi operasional.
Mengapa Aset Bisa “Bocor”?
Kebocoran aset tidak selalu berarti pencurian. Sering kali, kerugian muncul karena penurunan nilai yang tidak terpantau, biaya perawatan yang membengkak karena mesin sudah tidak layak, hingga data ganda dalam sistem. Tanpa pengawasan yang ketat, perusahaan akan sulit menentukan kapan harus melakukan pemeliharaan atau kapan saatnya menjual aset tersebut sebelum nilainya jatuh total.

Langkah Mengelola Aktiva Tetap agar Tetap Aman
Untuk menjaga agar aktiva tetap perusahaan terjaga dan memberikan nilai maksimal, ada beberapa cara yang bisa diterapkan:
-
Identifikasi dan Labeling yang Jelas Setiap barang, mulai dari laptop hingga mesin pabrik, wajib memiliki identitas unik. Penggunaan kode batang atau sistem pelacakan digital sangat membantu dalam memantau posisi barang secara real-time. Ini mencegah barang berpindah tangan tanpa izin atau terlupakan di gudang.
-
Audit Fisik Secara Berkala Jangan hanya percaya pada laporan di atas kertas. Melakukan pengecekan langsung ke lapangan secara rutin membantu mencocokkan jumlah fisik dengan data di sistem. Jika ada perbedaan, tim bisa langsung mencari tahu penyebabnya sejak dini.
-
Pemeliharaan yang Terjadwal Jangan menunggu alat rusak baru diperbaiki. Biaya perbaikan kerusakan total jauh lebih tinggi daripada biaya perawatan rutin. Dengan jadwal yang rapi, masa pakai barang bisa lebih lama dan kinerjanya tetap stabil.
-
Penghitungan Penyusutan yang Akurat Memahami nilai sisa dari sebuah barang sangat penting untuk kesehatan kas. Dengan mengetahui nilai susut setiap tahun, perusahaan bisa menyiapkan dana cadangan untuk penggantian barang di masa depan tanpa mengganggu arus keuangan utama.
Menghindari Risiko Kerugian Jangka Panjang
Selain teknis di atas, faktor manusia juga memegang peran kunci. Orang-orang yang memegang kendali atas barang-barang ini harus memiliki pemahaman mendalam tentang cara menjaga nilai barang tersebut. Tanpa kesadaran dari tim pelaksana, sistem secanggih apa pun akan sulit berjalan maksimal.
Sebagai ilustrasi, bayangkan sebuah perusahaan memiliki sepuluh unit kendaraan operasional. Tanpa pemantauan yang baik, jadwal ganti oli terlewat, pajak mati, dan tiba-tiba mesin rusak saat dibutuhkan. Kerugiannya bukan cuma biaya servis, tapi juga hilangnya potensi pendapatan karena pekerjaan tertunda.
Banyak profesional yang kini mulai mendalami cara cerdas dalam menjaga nilai harta perusahaan dan mengelola barang agar lebih efisien. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai panduan pengelolaan aset, pemeliharaan sarana prasarana, serta sistem pengawasan yang mendukung kelancaran bisnis Anda, silakan hubungi Farzana Training melalui Isti (+62 821-3611-8787).