IT Business Analysis sebagai Jembatan antara Kebutuhan Bisnis dan Solusi Teknologi

IT Business Analysis sebagai Jembatan antara Kebutuhan Bisnis dan Solusi Teknologi

IT Business Analysis sebagai Jembatan antara Kebutuhan Bisnis dan Solusi Teknologi

IT Business Analysis sebagai Jembatan antara Kebutuhan Bisnis dan Solusi Teknologi
Sumber: Freepik.com

“Bayangkan sebuah proyek pengembangan aplikasi perusahaan yang menghabiskan ratusan juta rupiah, tetapi setelah selesai, tim bisnis mengeluh karena fitur yang dibuat tidak sesuai dengan proses kerja sehari-hari.”

Situasi seperti ini masih sering terjadi di berbagai organisasi, ketika teknologi yang seharusnya membantu justru menjadi penghambat karena tidak benar-benar menjawab kebutuhan bisnis. Di sinilah peran IT Business Analyst menjadi krusial sebagai jembatan antara bahasa bisnis dan solusi teknologi.

Apa Itu Business Analyst di Bidang IT?

IT Business Analyst (BA) adalah profesional yang bertugas menggali, menganalisis, dan mendokumentasikan kebutuhan bisnis, kemudian menerjemahkannya menjadi spesifikasi yang bisa dipahami dan diimplementasikan oleh tim teknis. Mereka tidak sekadar mencatat daftar permintaan, tetapi memastikan bahwa solusi teknologi yang dibangun benar-benar mendukung tujuan perusahaan, baik dari sisi operasional, pendapatan, maupun pengalaman pelanggan.

Dalam praktiknya, seorang BA bertindak sebagai penghubung antara pemangku kepentingan bisnis, direktur, manajer operasional, dan pengguna akhir dengan tim pengembang, arsitek sistem, dan tester. Hasil akhirnya adalah proyek teknologi yang lebih tepat sasaran, mengurangi risiko revisi besar, dan mempersingkat waktu peluncuran.

Peran Utama Business Analyst IT

Tugas seorang Business Analyst IT sangat beragam, mencakup seluruh siklus hidup proyek. Beberapa peran kunci yang biasa mereka jalankan meliputi:

  • Pengumpulan kebutuhan: Melakukan wawancara mendalam, mengadakan workshop, survei, hingga observasi langsung di lapangan untuk memahami proses bisnis yang ada dan masalah yang dihadapi.
  • Analisis dan pemetaan proses: Menggambarkan alur kerja saat ini (as-is) dan merancang alur ideal (to-be) menggunakan diagram seperti flowchart, BPMN, atau use case diagram.
  • Penyusunan dokumen spesifikasi: Membuat Business Requirement Document (BRD), Functional Requirement Specification (FRS), atau User Stories yang jelas dan terukur.
  • Validasi solusi: Bekerja sama dengan tim teknis untuk memastikan desain sistem sesuai dengan kebutuhan, serta mengkoordinasikan User Acceptance Testing (UAT).
  • Manajemen perubahan: Membantu organisasi beradaptasi dengan sistem baru melalui komunikasi yang baik dan pengelolaan ekspektasi semua pihak.

Keterampilan yang Harus Dikuasai

Untuk menjadi Business Analyst IT yang handal, seseorang perlu menggabungkan kemampuan teknis dan non-teknis. Beberapa keterampilan penting antara lain:

  • Kemampuan analisis dan pemecahan masalah: Mampu melihat pola dari data besar, mengidentifikasi akar masalah, dan menemukan solusi yang seimbang.
  • Penguasaan alat bantu: Seperti Microsoft Visio atau Lucidchart untuk diagram, Jira dan Confluence untuk manajemen proyek, serta Excel tingkat lanjut untuk analisis data.
  • Komunikasi dan fasilitasi: Menyampaikan ide kompleks dengan bahasa sederhana, memimpin diskusi, dan menulis dokumen yang mudah dipahami semua level.
  • Pengetahuan dasar teknologi: Memahami konsep database, API, cloud computing, atau framework pengembangan agar bisa berdialog dengan tim IT.
  • Empati dan orientasi bisnis: Selalu berpikir dari perspektif pengguna akhir dan bagaimana solusi akan memengaruhi kinerja perusahaan.

Contoh: Di sebuah bank digital, seorang BA mengidentifikasi keluhan nasabah soal proses pengajuan pinjaman yang panjang. Setelah menganalisis proses, ia merancang user journey baru dengan integrasi otomatisasi dokumen, sehingga waktu persetujuan pinjaman turun dari 7 hari menjadi 1 hari.

Manfaat Business Analyst bagi Organisasi

Keberadaan Business Analyst memberikan nilai tambah yang signifikan bagi organisasi dalam menjalankan berbagai inisiatif bisnis. Manfaat ini terlihat jelas pada keberhasilan proyek, kepuasan pengguna, hingga ketahanan bisnis menghadapi perubahan.

  • Mengurangi biaya proyek karena revisi dan perbaikan yang minim.
  • Mempercepat waktu peluncuran produk atau sistem baru.
  • Meningkatkan kepuasan pengguna akhir karena solusi yang benar-benar sesuai kebutuhan.
  • Meminimalkan risiko kegagalan proyek teknologi yang sering mencapai angka 70% di banyak industri tanpa pendekatan analisis yang baik.
  • Membantu perusahaan lebih lincah menghadapi perubahan pasar.

Banyak profesional yang menyediakan program mendalam untuk mengoptimalkan diri dan membuka peluang karier yang lebih tinggi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pengembangan di bidang IT Business Analysis yang relevan dengan kebutuhan transformasi digital industri saat ini khususnya dalam menghubungkan kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi silakan hubungi Farzana Training melalui Isti (+62 821-3611-8787).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Regulasi Akad Pembiayaan Bank Syariah Previous post Regulasi Akad Pembiayaan Bank Syariah
Mengapa Performance Defined Penting untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan Next post Mengapa Performance Defined Penting untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan?